Tepatnya setahun lalu di Bulan
Ramadhan ketika itu saya sebagai perwakilan dari HIMAPAS(Himpunan Mahasiswa dan
Pelajar Sambas) diminta sebagai pemateri untuk mengisi acara pesantren
kilat(sanlat) di sebuah SMP. Memang sudah menjadi tradisi bagi kami ketika
ditunjuk untuk mengisi acara sanlat tidak boleh menolak termasuk saya. Setelah
pembukaan dan perkenalan kepada para peserta sanlat saya tidak langsung
menyampaikan materi yang ada dijadawal tapi saya hanya bertanya kepada para
peserta tentang hobi mereka masing-masing. Bermacam-macam memang ternyata hobi
mereka. Ada yang hobinya main sepakbola, badminton, jalan-jalan, menulis,
nonton, dengerin music, ngappak disungai (ngojai disusukan cek sundana mah hhee)
itu mah saya kali hehe, membaca, dan lain-lain.
Kalau yang hobinya main sepak bola,
badminton, jalan-jalan, menulis, nonton atau dengerin music bukanlah suatu hal
yang aneh bagi saya. Namun ada satu hobi yang menurut saya agak sedikit aneh
yaitu yang hobinya membaca. Hobi kok membaca, aneh. Menurut saya yang namanya
hobi itu sangat erat kaitannya dengan antara sesuatu yang disukai dan tidak
disukai oleh seseorang. Apa jadinya misalkan jika saya katakana bahwa saya
tidak hobi makan atau saya tidak suka makan. Mungkinkah saya dapat bertahan
hidup? Jawabannya mungkin, tapi tidak mungkin saya bisa hidup lama dan saya akan
sakit-sakitan. Membaca itu bukan hanya sekedar hobi yang disukai atau tidak
disukai oleh seseorang akan tetapi membaca merupakan kebutuhan manusia seperti
halnya makan dan minum.