Friday 31 January 2014

BACALAH UNTUK HARI YANG LEBIH INDAH...!

Membaca merupakan kunci ilmu pengetahuan. Maju dan mundurnya suatu Negara dapat kita lihat dari tingkat minat baca masyarakat suatu Negara. Di Negara-negara maju seperti Amerika, Eropa, Jepang, dan negara maju lainnya, membaca meruapakan suatu kebiasaan yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.
Di jepang misalnya membaca bukanlah suatu yang aneh lagi. Kita akan dapat dengan mudah menemukan orang membaca di setiap sudut tempat, seperti di bis, kereta, pesawat, airport, halte atau  tempat umum lainnya. Dan sangat berbeda sekali kalau dibandingkan dengan di Indonesia, kita akan sulit menemukan orang yang membaca di tempat-tempat umum.
Indonesia tergolong Negara yang tingkat minat membacanya masih rendah. Berdasarkan laporan UNDP tahun 2005 angka buta huruf di Indonesia berada di posisi ke 85 dari  175 negara. Dan berdasarkan laporan dari BPS tahun 2012 menunjukkan masyarakat Indonesia lebih menonton Televisi (91,68%) dari pada membaca membaca koran atau majalah (17,66%).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh pada konferensi pers akhir tahun di Kemdikbud menyatakan bahwa pada tahun 2009, sebanyak 5,30 persen penduduk Indonesia masih buta huruf. Namun, pada tahun 2012 jumlahnya telah turun menjadi 4,26 persen, dan tahun 2013 diperkirakan 4,03 persen.
Pada tahun 2012, UNESCO mencatat indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya dalam setiap 1.000 orang, hanya ada satu orang yang punya minat membaca. Sedangkan UNDP merilis angka melek huruf orang dewasa Indonesia hanya 65,5 persen, sementara Malaysia sudah mencapai 86,4 persen. Wajar apabila Negara kita Indonesia kemajuan dan perkembangannya sangat lamban, karena tingkat minat baca masyarakatnya masih rendah.
Dalam islam membaca bukanlah suatu hal yang aneh. Bahkan jauh hari sekitar 14 abad yang lalu sebelum Jepang, Amerika, Jerman dan Negara-negara di Eropa yang lainnya mengkampanyekan bidaya membaca, Islam sudah lebih dahulu mengkampanyekan budaya membaca. Dan tak hanya sekedar kampanye, membaca juga merupakan perintah pertama Allah SWT dalam Al-Quran surah Al Alaq; “Iqro’ !” bacalah.
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari (sesuatu) yang melekat. Bacalah!. dan Tuhanmu Yang Paling Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq : 1-5)
Sebuah peristiwa  fenomenal yang dalam sejarah umat islam yaitu kemenangan perang Badar. Pada peristiwa tersebut  pasukan musuh banyak yang ditawan oleh pasukan Rasulullah SAW, ketika itu Rasulullah SAW meminta pendapat kepada dua orang sahabatnya Umar dan Abu Bakar tentang tawanan mereka. Umar bin Khattab mengusulkan kepada Rasulullah agar para tawanan perang Badar untuk dibunuh. Sedangkan Abu Bakar berpendapat agar para tahanan untuk dibebaskan dengan syarat mereka mengajari  baca dan menulis sepuluh anak orang islam hingga mahir.
 Ketika itu pendapat yang Rasululllah SAW  pilih adalah pendapat Abu Bakar yaitu membebaskan tawanan dengan syarat mengajar baca dan tulis sepuluh anak orang islam. Inilah bukti bahwa Rasulullah SAW lebih berpikir kedepan. Beliau memilih pendapat Abu Bakar bukan tanpa alasan, beliau menginginkan umatnya agar menjadi umat yang cerdas dan umat cinta ilmu pengetahuan.
Khalifah Harun Al Rasyid dan khalifah Al-Makmun adalah dua orang suksesor yang  berhasil dalam membangun peradaban Islam sampai kepuncak kejayaannya melalui ilmu pengetahuan. Terbukti pada saat itu terdapat 100 toko buku di karkh, pinggiran kota Baghdad. Setiap Masjid mempunyai perpustakaan. Pada masa itu juga berdiri perpustakaan yang bernama Bayt Alhikmah “Rumah Pengetahuan” di kota Baghdad yang orang mana orang-orang seluruh dunia datang berbondong-bondong datang kesana untuk menuntut ilmu.
 Pada masa itu juga banyak lahir ilmuwan-ilmuwan dunia yang terkenal seperti  Anas bin Malik, Al-Kindi, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Siena, Al-Khawarizmi, Jabir bin Hayyan, Al-Biruni, Ibnu Haystam dan lain-lain.
Tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi seperti mereka. So tunggu apalagi “Iqra’!” bacalah!,  Bacalah ! untuk hari-hari yang indah dan masa depan yang cerah. Jadilah pemain untuk kejayaan dan kemajuan Umat Islam ini.






No comments:

Post a Comment